ok

Top! Polresta Bandara Soetta Ungkap Pemalsuan Surat Swab PCR

Senin, 18 Januari 2021 12:55:55 | By UB- 201
Polresta bandara Soetta kasus pemasluan dokumen Swab PCR

UPDATEBERITA.IDTangerang . Polresta Bandara Soekarno-Hatta meringkus 15 tersangka yang diduga tergabung dalam sindikat pemalsuan surat kesehatan negatif Covid-19 yang saat ini menjadi syarat untuk menggunakan pesawat. Salah satu tersangka tercatat sebagai pegawai maskapai Lion Air.

Beberapa orang tersangka ditangkap di wilayah Terminal 2 gagal Domestik Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (7/1/2021) lalu. Kemudiam dilakukam pengembangan hingga terungkap sindikat pembuatan surat palsu tersebut.

“Dokumen Kesehatan tersebut berupa Hasil Negatif Swab PCR dari berbagai Instalasi Kesehatan yang digunakan sebagai pemenuhan persyaratan penggunaan Moda Transportasi Udara,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangan resmi, Senin (18/1/2021).

Konferensi pers Terkait temuan barang bukti

Berdasarkan data yang dihimpun tersangka yang diungkap kepolisian, beberapa di antaranya merupakan petugas atau pekerja yang menerbitkan surat hasil swab negatif Covid-19 tersebut.

Seperti tersangka berinisial DS alias O yang merupakan mantan relawan validasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soetta. Dia menjadi oknum yang membuat surat keterangan negatif Covid-19.

Lebih lanjut, tersangka lain berinisial AA bin T dan YS yang bekerja sebagai relawan validasi KKP Bandara Soetta. Dalam pengungkapan itu, penyidik ​​juga menangkap beberapa pegawai fasilitas Tes Cepat Kimia Farma di Terminal 2 berinisial U alias B dan karyawan fasilitas kesehatan Lab Farma di Terminal 3 berinisial SB.

“Tersangka (U alias B) berperan sebagai orang yang memiliki soft copy surat keterangan hasil negatif swab PCR dalam bentuk PDF yang dikirimkan, digunakan dan dicetak oleh tersangka 4 atas nama sdr DS,” tambahnya.

Dalam keterangan resminya, petugas polisi juga petugas tersangka yang bekerja sebagai sekuriti area parkir terminal 3 berinisial U. Dia bisa mengantarkan surat hasil swab tersebut dengan keuntungan Rp50 ribu per surat.

“Dilakukan sudah 10 kali, antara tanggal 29 Desember 2020 sampai Januari 2021,” tutur dia.

Lalu penjualan surat palsu tersebut juga dilakukan oleh karyawan Protokol sipil Instansi Pertahanan IS dan pemilik restoran Konro di wilayah Kelapa Gading yang turut menggunakan surat palsu tersebut sebanyak 13 kali untuk keperluan pribadi.

Dalam perkara ini, polisi juga sekolah sejumlah calo tiket dan pekerja harian lepas yang membantu sindikat ini mencari para pembeli surat hasil swab palsu. Beberapa di antaranya meraup keuntungan sekitar Rp50 ribu hingga Rp250 ribu per surat.

“Diamankan, S bin N (Alm) pekerjaan karyawan PT Lion Air bagian pelayanan kursi roda atau kursi roda pada Rabu 13 Januari 2021 di Terminal II kesepakatan Bandara Soetta,” kata dia.

“Peran, sebagai orang yang memerlukan surat kesehatan untuk proses penerbangan tanpa pemeriksaan kesehatan dan mendapat keuntungan Rp50 ribu per surat,” lanjutnya.

Dalam perkara ini, para tersangka dijerat Pasal 93 Jo Pasal 9 Ayat (1) Undang Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan dan atau Pasal 14 Ayat (1) Undang Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan atau Pasal 263 dan atau Pasal 268 KUHPidana dengan ancaman larangan enam tahun penjara.

UB.RED-208

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments